Berdebat Itu Sehat Bagi Pasangan

5 Juli 2017

|

Mens Republic

|

Romansa

Setelah sekelompok psikolog melakukan tes ternyata pasangan yang sering berdebat kemungkinan besar memiliki hubungan yang lebih sehat daripada mereka yang tidak berdebat. Apakah kamu dan pasangan banyak berdebat?

Beberapa studi di Amerika Serikat telah menunjukkan pasangan yang berdebat lebih mungkin tetap bersama. Psikolog percaya bahwa ini mungkin terjadi karena sejumlah alasan, yang paling umum adalah fakta bahwa berdebat memungkinkan pasangan untuk berfokus pada masalah yang perlu dipecahkan sebelum menjadi terlalu besar. 

44% pasangan menikah percaya bahwa berdebat lebih dari satu seminggu membantu menjaga komunikasi garis terbuka. Survei mengejutkan menunjukkan bahwa pasangan benar – benar dapat melihat pentingnya berdebat untuk menjelaskan kebutuhan mereka secara jelas kepada pasangan lainnya, dibandingkan hanya diam dan saling memendam.

Faktanya bahwa para pasangan ini berdebat bukan berakhir saling meninggalkan satu sama lain melainkan berakhir pada mereka saling berkomitmen. Dengan kata lain, dengan berdebat, para pasangan sedang sama – sama memperjuangkan hubungan mereka.

Psikolog mengetahui bahwa ada perbedaan antara "pertengkaran baik" dan "pertengkaran buruk"

Studi lain menyarankan bahwa pertempuran menunjukkan bahwa pasangan masih tertarik satu sama lain. Berdebat menunjukkan bahwa pasangan belum "check out" satu sama lain. Dengan mencoba mengemukakan sesuatu, mereka menunjukkan bahwa mereka masih tertarik. Kalau masing – masing dari mereka diam dan tidak berdebat apapun, itu malah menunjukkan mereka sudah saling tidak peduli pada pasangannya. Justru ini lebih berbahaya.

Beberapa psikolog bahkan mengatakan bahwa kurangnya pertengkaran bisa menjadi tanda – tanda buruk yang sangat serius. Dalam beberapa dinamika pasangan, merasa seperti kamu tidak dapat menyuarakan pendapat atau berdebat bisa menjadi indikasi dinamika hubungan yang sangat tidak baik. Lagi pula, banyak pelecehan berasal dari keinginan seorang pelaku untuk membungkam pasangan mereka. Nah loh, bahaya kan?!

Psikolog mengetahui bahwa ada perbedaan antara "pertengkaran baik" dan "pertengkaran buruk". Pertengkaran yang baik menghasilkan solusi saling membangun, tidak ada kebencian sesudahnya, dan cara pandang yang lebih baik satu sama lain. Pertempuran yang buruk seringkali bersifat kasar, ada dendam yang tersisa sesudahnya dan hilangnya rasa cinta satu sama lain.

Pertanyaannya, bagaimana agar terjadi pertengkaran yang baik antar pasangan? Para psikolog menjelaskan bahwa ada beberapa aturan untuk pertengkaran yang baik.

Aturan terbesar dan paling utama adalah fokus hanya pada topik yang didebatkan saja. Jangan sekali – kali membawa masalah lain apalagi masa lalu yang sudah lewat. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan memperburuk.

Jika salah, minta maaf. Itu tidak akan membuat kamu menjadi lebih lemah jika kamu meminta maaf. Sebaliknya, ini akan membuat kamu lebih terhormat karena berani meminta maaf lebih dahulu. Tidak ada yang buruk dari minta maaf. 

Jangan bawa – bawa pihak ketiga. Cara yang baik untuk membuat pasangan kamu merasa tidak dihargai adalah membawa orang lain ke dalam hubungan kamu.

So, kamu sering bertengkar dan berdebat dengan pasangan? Itu wajar dan itu menyehatkan. Selama kamu melakukannya dengan benar!