Sempat Tidak Naik Kelas, Wong Jowo Ini Menjadi Raja Properti Australia Dengan Total Asset 48 Triliun Rupiah

Rabu, 30 Agustus 2017

|

Mens Republic

|

Success

-

Story

Sosok gentlemen satu ini adalah Iwan Sunito, seorang wong jowo tulen yang lahir di Surabaya pada tahun 1966 dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana. Ayah Iwan kerja serabutan, mulai dari memotong kayu, menjual karet hingga akhirnya dengan modal pas – pasan membangun toko kelontong. Ia besar di sebuah rumah panggung di atas air laut di sebuah daerah bernama Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Setiap tahun 2 – 3 kali rumah Iwan mengalami kebanjiran akibat air yang pasang. Di belakang rumah Iwan adalah hutan

"Saya Bosan Jadi Orang Bodoh"

Walaupun orang tuanya sangat sederhana, namun orang tua Iwan sangat mementingkan pendidikan. Itulah alasannya Iwan dikirim kuliah ke luar negeri yaitu Australia. Lucunya, saat kecil Iwan sering kali dianggap bodoh di sekolah karena sering hampir tidak naik kelas. Sampai akhirnya Iwan sungguhan tidak naik kelas setelah beberapa kali nyaris tidak naik. Kejadian tidak naik kelas membuat dirinya merasa, “Saya bosan jadi orang bodoh”. Kehidupan akademis Iwan berubah saat ia kuliah di University of New South Wales, Australia. Ia lulus kuliah dengan begitu banyak prestasi, salah satunya adalah mendapatkan predikat design terbaik untuk karyanya. Sebenarnya ada satu hal lagi yang membuat hidup Iwan berubah. Salah satu titik balik hidupnya adalah saat dirinya mengalami kecelakaan parah di Bali yang membuatnya koma hingga 5 hari di rumah sakit. Beberapa tulang dada Iwan patah. Namun ajaibnya Iwan selamat tanpa cacat sedikitpun. Selepas kecelakaan itu, kehidupan Iwan berubah. Ia merasa telah diberi satu kali kesempatan lagi untuk hidup.

Mendirikan Crown Group pada tahun 1996

Ilmu arsitektur selama kuliah menjadi bekalnya mendirikan Crown Group pada tahun 1996. Ia membangun perusahaan tersebut dengan dua orang temannya, salah satunya adalah Paul Sathio.  Sebenarnya sangat sulit bagi orang Asia apalagi Indonesia untuk sukses di Australia. Terutama karena keterbatasan budaya dan juga jaringan. Bahkan projek pertama Crown Group walaupun untung namun terdapat banyak sekali kesalahan. Hal tersebut adalah pelajaran berharga bagi Iwan dalam membangun Crown Group.

Iwan percaya bahwa kekuatan pikiran dapat mengubah hidup seseorang. Selain itu ia juga sangat percaya dengan kekuatan lingkungan yang sangat mempengaruhi diri kita. Ia selalu berusaha untuk berkumpul dengan orang – orang hebat. “If you are the smartest in your group. Your group is too small”, begitu kata Iwan.

Memiliki Total Asset 48 Triliun Rupiah

 

Crown yang berarti mahkota menandakan visi perusahaan Iwan ini ingin menjadi yang teratas dan terbaik layaknya sebuah mahkota. Menyasar properti mewah dan premium. Projek Crown Group berada di Australia, Singapura dan Indonesia. Setiap projek Crown Group sering kali disisipkan dengan unsur Indonesia ataupun Asia. Prinsip Iwan dan Crown group dalam membangun setiap projeknya adalah membuat sebuah DNA yang menjadi projeknya selalu spesial dan berbeda dibandingkan projek lainnya. Iwan mengaku, “Sebagai developer we believe kita ngga hanya bangun gedung tapi kita bangun legacy untuk masa depan”

Selama lebih dari 25 tahun berjuang di negeri orang, hasilnya tidaklah sia – sia. Hari ini, Iwan Sunito dengan Crown Group dikenal sebagai salah satu raja properti di Australia dengan total asset 48 triliun rupiah. Masyarakat terutama media – media Australia menjuluki dirinya dan Crown Group sebagai raja properti Australia. Sejujurnya Iwan sendiri tidak pernah menyangka bahwa bisa menjadi raja properti Australia karena dari kecil ia merasa selalu minder, maka ia tidaklah berani bermimpi tinggi – tinggi. Namun dengan keteguhan hati plus latihan 10.000 jam, Iwan mampu mencapai semuanya.

Menurut para karyawan Crown, Iwan merupakan sosok leader yang sangat inspirasional dan mau mengajari bawahannya dengan sangat sabar dan baik. “Bagi saya jadi leader itu bukan karena kita ingin jadi leader. Tapi karena kita punya satu panggilan dan karena panggilan atau calling dalam hidup kita atau passion kita, kita memimpin agar terjadi sesuai dengan visinya kita”.

Sempat Menjadi Tukang Cuci Piring, Kini Memiliki Segudang Pencapaian

Walaupun pernah menjadi tukang cuci piring di Australia demi bertahan hidup, hal itu tidak membuatnya kecil hati dalam membangun bisnis di Australia. Berbagai penghargaan telah didapatkan Iwan Sunito dan Crown Group, salah satu yang bergengsi adalah mendapatkan Property Person of The Year dari Urban Taskforce pada Desember tahun 2015. Menariknya, Iwan merupakan peraih penghargaan termuda dan satu – satunya dari Indonesia. Selain itu Iwan juga mendapatkan penghargaan – penghargaan bergengsi seperti Property and Bank Magazine Golden Leadership Award 2013 dan Ernst & Young Entrepreneur of The Year Eastern Region Category 2013. Salah satu prinsip hidup yang selalu dipegang Iwan ialah, “People don’t follow what you do. People follow you because why you do things", begitu kata sosok gentlemen yang mengaku banyak terinspirasi dari Steve Jobs dalam membuat sebuah produk.

Iwan meyakini bahwa apa yang didapatkan dirinya adalah hasil perjuangan keras selama belasan tahun terus konsisten dan pantang menyerah. Salah satu kalimat favoritnya adalah “Change the way you see things and the things you see will change”

Kesehatan & Keluarga Tetaplah Penting

Walaupun sukses secara finansial, Iwan sangat memperhatikan kesehatan dan keluarga. Setiap pagi 30 – 60 menit menyempatkan waktunya untuk berolahraga. Selain itu, bagi Iwan keluarga dan bisnis bukanlah sebuah pilihan. Keluarga dan bisnis bisa dijalankan dua – duanya secara baik. Keluarga sangat penting bagi Iwan. Setiap pagi ia mengantarkan anaknya pergi ke sekolah dan setiap Minggu adalah waktu untuk keluarga Iwan. Tidak boleh diganggu gugat. Orang yang sukses bagi Iwan adalah orang yang memiliki keluarga yang harmonis.

Harapan Iwan Untuk Anak Muda Indonesia

Iwan merasa saat ini adalah waktunya Indonesia untuk maju. Apalagi di dunia yang sudah tidak memiliki batas lagi. Prediksinya Indonesia menjadi negara terbesar nomor 7 di dunia pada tahun 2030. Iwan percaya saat ini akan muncul anak – anak muda usia 20 – 30 tahun yang bisa menjadi miliarder. Salah dua kunci kesuksesan Iwan adalah bonek alias bodoh nekat dan passionate.

Baginya Indonesia adalah rumah, walaupun sudah 25 tahun lebih di Indonesia. Bahkan setiap pagi ia sering mendengarkan lagu – lagu dari Ebiet G Ade, setiap hari pun makanan di rumah masih makanan Indonesia. Saat ini Iwan juga telah membuka kantor pemasaran Crown di Indonesia, dan sudah memiiki beberapa proyek di Indonesia. Ia ingin terus mengakselerasi bisnisnya di Indonesia. Dan tidak pula Iwan memiliki cita – cita untuk melatih banyak anak muda Indonesia agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Bagi Iwan, hatinya tetap untuk Indonesia. Demi mencapai cita – citanya tersebut, Iwan menerbitkan sebuah buku tentang kisah perjalanan hidupnya yang inspirasional berjudul Without Border.

Winners never quit. Quitters never win

Salah satu motto hidup Iwan adalah “Winners never quit. Quitters never win. Seorang pemenang tidak pernah menyerah. Seorang yang menyerah tidak pernah menang. Punya mimpi yang besar dan ingat perlu berusaha yang terbaik. Jangan pernah menyerah. Terus jalan, suatu saat walaupun lambat tapi sampai akan tujuan hidup kita”

Dalam bisnis, Iwan memiliki prinsip selalu menjadi yang terbaik. Ia percaya, “Orang tidak mengingat yang kedua. Jadilah yang terbaik, terutama untuk diri kita sendiri”. Iwan Sunito adalah seorang real gentlemen yang telah menampar banyak pria – pria pemalas di luar sana untuk berjuang mencapai kesuksesan hidup mereka masing – masing. Terima kasih Iwan telah membanggakan Indonesia!